<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Journey Of A Mother</title>
	<atom:link href="http://ceritalebah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ceritalebah.wordpress.com</link>
	<description>On In A Million</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Aug 2007 12:43:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ceritalebah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Journey Of A Mother</title>
		<link>http://ceritalebah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ceritalebah.wordpress.com/osd.xml" title="Journey Of A Mother" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ceritalebah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Made In Indonesia</title>
		<link>http://ceritalebah.wordpress.com/2007/08/17/made-in-indonesia/</link>
		<comments>http://ceritalebah.wordpress.com/2007/08/17/made-in-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Aug 2007 12:33:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummu hafiz</dc:creator>
				<category><![CDATA[fukuoka]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritalebah.wordpress.com/2007/08/17/made-in-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah email pernah mampir ke salah satu milis yang saya ikuti. Isinya tentang kisah perilaku berbelanja dua orang berbeda bangsa. Yang seorang adalah profesor berkebangsaan Jepang, satunya adalah seorang mahasiswa asal Indonesia. Suatu kali, sang profesor berkunjung ke Indonesia dan berjalan-jalan ke toko. Tiap kali mengunjungi toko, yang dicarinya adalah barang berlabel Made in Japan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritalebah.wordpress.com&amp;blog=1171818&amp;post=13&amp;subd=ceritalebah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoBodyText"><span>Sebuah email pernah mampir ke salah satu milis yang saya ikuti. Isinya tentang kisah perilaku berbelanja dua orang berbeda bangsa. Yang seorang adalah profesor berkebangsaan Jepang, satunya adalah seorang mahasiswa asal Indonesia. Suatu kali, sang profesor berkunjung ke Indonesia dan berjalan-jalan ke toko. Tiap kali mengunjungi toko, yang dicarinya adalah barang berlabel <em>Made in Japan.</em> Saat ditanya alasannya, jawabannya adalah karena dia bangga dengan produk buatan negaranya. Sang mahasiswa punya kebiasaan berbeda. Dia malah enggan membeli barang berlabel <em>Made In Indonesia.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Banyak orang yang bersikap sama dengan si mahasiswa. Tiap kali punya kesempatan berbelanja di luar negeri, yang dicari bukanlah barang dengan tulisan <em>Made In Indonesia.</em> Untuk apa jauh-jauh belanja ke luar negeri bila yang dibeli adalah barang buatan negeri sendiri? Bukankah lebih mudah membeli barang <em>Made in Indonesia</em> di Indonesia? Seringkali pikiran itu yang hinggap saat berbelanja. Padahal, belum tentu barang yang dijual di negeri orang itu jelek kualitasnya. Malah boleh jadi, kualitasnya sangat baik. Buktinya bisa dijual dan dipajang di toko-toko di luar negeri. Belum tentu juga, barang berlabel <em>Made In Indonesia</em> yang dijual di luar negeri itu dijual di negeri sendiri.<span>  </span>Siapa tahu, proses pembuatan di Indonesia, tapi seluruhnya diekspor.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span><span id="more-13"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Banyak saat saya juga berperilaku sama seperti si mahasiswa. Saat di Fukuoka, saya senang memperhatikan label di belakang produk yang hendak saya beli. Biasanya saya akan bersemangat membeli jika barang itu berlabel <em>Made in Japan.</em> Saya meyakini, barang berlabel itu punya kualitas yang baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Suatu kali, saya pergi ke toko 100 yen. Toko ini menjual banyak barang dengan harga yang umumnya seragam, 100 yen. Saat itu, saya memerlukan notes untuk menulis. Setelah mencari yang saya rasa cocok, saya tertarik dengan paket notes berisi 3 buah notes bersampul biru. Saya pernah memiliki notes yang serupa, dan hampir-hampir tidak ada keluhan saat menggunakannya. Saat melihat labelnya, ternyata tulisannya adalah <em>Made in Indonesia.</em> Awalnya saya berpikir, ini toh hanya sebuah notes. Tidak masalah di mana membuatnya, yang kita perlukan adalah fungsinya sebagai media untuk menulis. Hei, tapi notes itu kan bisa dijadikan oleh-oleh? Apa menariknya kalau oleh-oleh yang saya bawa ternyata buatan negeri sendiri? Dan pikiran yang terakhir ternyata lebih mendominasi sehingga saya memutuskan membeli notes yang lain. Labelnya? Tentu saja <em>Made in Japan.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Lain waktu, saya dan suami pergi ke sebuah pusat perbelanjaan baru di daerah Kashiihama, satu daerah di timur Fukuoka. Kami pergi untuk membeli beberapa keperluan untuk bayi mungil kami yang ketika itu belum genap tiga bulan. Salah satu yang kami perlukan adalah gendongan bayi. Sebetulnya, sebelum hari itu kami sudah memperhatikan jenis-jenis gendongan yang ada dan mempertimbangkan untuk membeli yang kami rasa sesuai dengan kebutuhan. Harga barang yang menjadi pilihan kami memang mahal. Desain produknya memang bagus, ditambah pula merek produknya adalah sebuah merek ternama untuk produk-produk kebutuhan anak dan bayi. Faktor pemilihan yang paling utama tentu saja adalah kenyamanan dan keamanan bayi dalam gendongan. Melihat tipenya, kami meyakini produk pilihan kami nyaman untuk dipakai. Apalagi produk yang dijual di Jepang tentu saja sudah memenuhi standar keamanan yang telah ditentukan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span>Setelah memilih warna gendongan yang kami pikir sesuai, kami akhirnya memutuskan membeli gendongan tersebut. Desainnya sangat menarik dengan tiga tipe gendongan dalam satu produk. Gendongan itu bisa dipakai untuk menggendong dalam posisi tidur, posisi menggendong bayi saat lehernya belum cukup kuat menopang berat badannya. Gendongan itu juga bisa dipergunakan untuk menggendong bayi di depan dada penggendongnya. Terakhir, gendongan itu bisa dipakai untuk menggendong bayi di punggung penggendongnya. Menurut keterangan di bungkusnya, gendongan itu bisa dipergunakan hingga anak berusia 30 bulan atau hingga beratnya mencapai 14.9 kg. Sebuah jaminan bahwa produk itu bisa dipakai cukup lama.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span>Senang sekali rasanya bisa membelikan sesuatu yang sangat dibutuhkan bayi pertama kami. Saat sampai di rumah, dengan gembira kami tunjukkan gendongan itu padanya. Tidak lama kemudian, kami coba untuk menggendong bayi kami menggunakannya. Sangat sesuai untuknya. Tidak lama setelah itu, saya perhatikan bungkus gendongan yang ergonomis itu. Anda tahu tulisan yang tertera bersama-sama sederet tulisan kanji di sana? Ya, tulisannya adalah <strong><em>Made in Indonesia</em></strong><em>.</em> Saya hanya bisa terkejut sambil menertawakan diri sendiri.</span></p>
<p class="MsoBodyText"><span> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ceritalebah.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ceritalebah.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritalebah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritalebah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritalebah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritalebah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ceritalebah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ceritalebah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ceritalebah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ceritalebah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritalebah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritalebah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritalebah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritalebah.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritalebah.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritalebah.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritalebah.wordpress.com&amp;blog=1171818&amp;post=13&amp;subd=ceritalebah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritalebah.wordpress.com/2007/08/17/made-in-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2f69dd5d1afc8ba6e71def1303b5f37?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ceritalebah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Beberapa Detik</title>
		<link>http://ceritalebah.wordpress.com/2007/08/17/beberapa-detik/</link>
		<comments>http://ceritalebah.wordpress.com/2007/08/17/beberapa-detik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Aug 2007 11:49:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummu hafiz</dc:creator>
				<category><![CDATA[fukuoka]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritalebah.wordpress.com/2007/08/17/beberapa-detik/</guid>
		<description><![CDATA[Saya mengayuh sepeda lebih cepat. Berusaha untuk tidak terjebak lampu merah di perempatan Yoneichimaru. Masih di Matsushima Intersection, dan rasanya lampu merah yang saya hadapi lebih lama dari biasanya. Beberapa minggu lalu, Hanada sensei mengatakan dengan tegas untuk tidak terlambat memasuki kelasnya. Itu dikatakannya saat teman dari Bangladesh dan Korea datang terlambat. Tapi hari itu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritalebah.wordpress.com&amp;blog=1171818&amp;post=12&amp;subd=ceritalebah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Saya mengayuh sepeda lebih cepat. Berusaha untuk tidak terjebak lampu merah di perempatan Yoneichimaru. Masih di Matsushima Intersection, dan rasanya lampu merah yang saya hadapi lebih lama dari biasanya. Beberapa minggu lalu, Hanada sensei mengatakan dengan tegas untuk tidak terlambat memasuki kelasnya. Itu dikatakannya saat teman dari Bangladesh dan Korea datang terlambat. Tapi hari itu, proses memasak yang saya kerjakan ternyata makan waktu lebih lama. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span><span id="more-12"></span></p>
<p class="MsoBodyText"><span>Hampir mendekati Yoneichimaru, terlihat dari ujung jembatan lampu berwarna hijau. Saya sungguh-sungguh berharap lampu tetap hijau saat mencapai perempatan itu. Belum lagi mencapai perempatan, lampu berubah kuning, kemudian merah. Saya menarik napas ketika berhenti. Menerobos lampu merah bukan suatu tindakan bijak. Meskipun lebar jalan kurang dari empat meter, tetap saja itu tindakan berbahaya. Sekian lama melewati jalan yang sama, saya mulai faham ritual yang terjadi sekitar jam sepuluh pagi. Apalagi di negara yang sedemikian teratur seperti di Jepang. Terjebak lampu merah di Yoneichimaru, besar kemungkinan akan terjebak kereta yang lewat di perlintasan sebelum Kyudai (Kyushuu Daigaku/Universitas Kyushu). Itu sama artinya dengan tertinggal bus di jadwal yang lebih pagi. Untuk kemudian harus menunggu bus di 20 menit selanjutnya. Kalau itu terjadi, berarti saya terlambat beberapa menit di tempat kursus.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoBodyText"><span>Pagi itu, saya terjebak kereta yang lewat di perlintasan kereta. Saya kemudian memacu sepeda lebih cepat. Melewati kyudai, dan meletakkan sepeda di hakozaki kyudaimae. Berjalan sekitar 150 meter ke perempatan jalan raya. Berharap dalam hati, tidak terjebak lampu merah lagi. Belum sampai kaki berhenti di perempatan, lampu sudah menyala merah. Saya menarik napas. Halte terletak di seberang, dan saya tidak melihat ada bus di situ. Mudah-mudahan bus yang ingin saya naiki belum tiba. Harapan saya terkabul. Ternyata bus datang tidak berapa lama. Sayangnya, lampu masih saja merah. Saat lampu berganti hijau, saya bergegas menuju halte. Beberapa langkah sebelum mencapai seberang jalan, bus berjalan menuju halte selanjutnya. Setengah berlari, rasanya saya ingin sekali berteriak, “Hei, tunggu saya!” Tapi terlambat. Hanya beberapa detik, dan saya harus menunggu jadwal bus 20 menit lagi. Hanya beberapa detik, dan saya harus berhadapan dengan resiko terlambat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Saat menunggu, saya teringat sekilas puisi tentang makna waktu yang pernah saya baca.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoBodyText2"><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Untuk memahami makna satu tahun<br />
Tanyalah seorang siswa yang gagal dalam ujian kenaikan kelas<br />
Untuk memahami makna satu bulan<br />
Tanyalah seorang ibu yang melahirkan bayi prematur<br />
Untuk memahami makna satu minggu<br />
Tanyalah seorang editor majalah mingguan<br />
Untuk memahami makna satu hari<br />
Tanyalah seorang pekerja dengan gaji harian<br />
Untuk memahami makna satu jam<br />
Tanyalah seorang gadis yang sedang menunggu kekasihnya<br />
Untuk memahami makna satu menit<br />
Tanyalah seseorang yang ketinggalan kereta<br />
Untuk memahami makna satu detik<br />
Tanyalah seorang pelari yang meraih medali perak Olimpiade<br />
Dan akhirnya, sadarkah bahwa anda waktu terus berlalu?<br />
Siapkah anda mempertanggungjawabkan kepada Allah<br />
Bagaimana anda menggunakan setiap mili detik waktu anda?</span></em></p>
<p class="MsoBodyText2"><em><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';"> </span></em></p>
<p class="MsoBodyText2"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Allahu akbar…</span></p>
<p class="MsoBodyText2"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Berapa banyak waktu yang sudah saya buang dalam kesia-siaan? Berapa banyak waktu saya gunakan dengan mengerjakan hal yang tidak perlu? Berapa banyak waktu yang saya gunakan untuk hal-hal yang melalaikan? Berapa banyak waktu terbuang karena saya tidak mengerjakan apa yang harusnya saya kerjakan?</span></p>
<p class="MsoBodyText2"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';"> </span></p>
<p class="MsoBodyText2"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">Saya hanya bisa beristighfar. Memohon ampun kepada Allah karena saya masih belum mampu melakukan manajemen waktu yang baik. Memohon ampun karena telah banyak waktu yang terbuang sia-sia. Mudah-mudahan, saya bisa melakukan perbaikan dalam hal manajemen waktu bagi diri saya sendiri. Teman, tolong doakan saya juga..</span></p>
<p class="MsoBodyText2"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';"> -sebuah episode dalam <em>Omiyage</em>-</span></p>
<p class="MsoBodyText2"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';"> </span></p>
<p class="MsoBodyText2"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;font-family:'Times New Roman';">puisi oleh anonymous, diterjemahkan oleh Agung dalam Majalah Percikan Iman<em><br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></em></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ceritalebah.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ceritalebah.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritalebah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritalebah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritalebah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritalebah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ceritalebah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ceritalebah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ceritalebah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ceritalebah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritalebah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritalebah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritalebah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritalebah.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritalebah.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritalebah.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritalebah.wordpress.com&amp;blog=1171818&amp;post=12&amp;subd=ceritalebah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritalebah.wordpress.com/2007/08/17/beberapa-detik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2f69dd5d1afc8ba6e71def1303b5f37?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ceritalebah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>50 yen</title>
		<link>http://ceritalebah.wordpress.com/2007/08/04/50-yen/</link>
		<comments>http://ceritalebah.wordpress.com/2007/08/04/50-yen/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Aug 2007 21:21:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummu hafiz</dc:creator>
				<category><![CDATA[fukuoka]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritalebah.wordpress.com/2007/08/04/50-yen/</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu pagi, terburu-buru belanja ke satu toko obat dekat rumah. Niatnya, membeli diapers untuk anak kedua. Di depan toko, biasa dipajang barang-barang yang didiskon. Saat datang, ada paket tisu (isi 5 pak) berharga 198 yen. Lumayan, murah, begitu yang ada dalam pikiran. Ambil 1. Masuk ke dalam dan segera mengambil diapers ukuran L. Langsung bayar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritalebah.wordpress.com&amp;blog=1171818&amp;post=10&amp;subd=ceritalebah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Sabtu pagi, terburu-buru belanja ke satu toko obat dekat rumah.  Niatnya, membeli diapers untuk anak kedua. Di depan toko, biasa dipajang barang-barang yang didiskon. Saat datang, ada paket tisu (isi 5 pak) berharga 198 yen. Lumayan, murah, begitu yang ada dalam pikiran. Ambil 1. Masuk ke dalam dan segera mengambil diapers ukuran L. Langsung bayar di kasir dan cepat keluar toko. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Di parkiran sepeda, penasaran melihat resi pembayaran. Rasanya kok ada yang salah ya? Ups… bagian tisu tertulis 248 yen. Eeehh? Kok? Balik lagi tidak ya? Menanyakan kesalahan ini. Tapi bagaimana cara ngomongnya? Apa bahasa jepangnya “Maaf, harga tisunya kok 248 ya? Di depan tertulis 198” ? Mmm…. Cepatlah, harus buru-buru pergi ke TPA. Balik lagi atau tidak?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span id="more-10"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Akhirnya, kaki melangkah masuk. Percaya diri, meski tahu kalau tidak bisa bahasa jepang. Di depan kasir, langsung berkata: <em>“Sumimasen, kore wa ikura desu ka?</em>” sambil menunjukkan resi dan tisunya. Kasirnya menanggapi dengan baik. Entah dia bicara apa, sepertinya mengerti kalau ada kesalahan. Dia kemudian mengecek kembali <em>barcode</em>nya, dan… mengembalikan 50 yen sambil memberikan resi baru!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Alhamdulillah. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p>Sekedar catatan, buat orang lain ini mungkin &#8216;hanya 50 yen&#8217;. Bagi saya, ini sebuah pencapaian besar mengingat ketidakmampuan saya cas cis cus dalam nihon go.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ceritalebah.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ceritalebah.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritalebah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritalebah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritalebah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritalebah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ceritalebah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ceritalebah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ceritalebah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ceritalebah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritalebah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritalebah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritalebah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritalebah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritalebah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritalebah.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritalebah.wordpress.com&amp;blog=1171818&amp;post=10&amp;subd=ceritalebah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritalebah.wordpress.com/2007/08/04/50-yen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2f69dd5d1afc8ba6e71def1303b5f37?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ceritalebah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nabisan, Terima Kasih</title>
		<link>http://ceritalebah.wordpress.com/2007/08/04/nabisan-terima-kasih/</link>
		<comments>http://ceritalebah.wordpress.com/2007/08/04/nabisan-terima-kasih/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Aug 2007 21:07:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummu hafiz</dc:creator>
				<category><![CDATA[fukuoka]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritalebah.wordpress.com/2007/08/04/nabisan-terima-kasih/</guid>
		<description><![CDATA[Kakak ipar saya pernah bertanya soal intensitas saya memasak. Beliau ingin tahu, apakah saya memasak setiap hari. Saya jawab, iya. Dekat rumah tak ada warung penjual makanan (yang halal). Mengingat-ingat kehidupan selama di Jepang, hampir setiap hari saya memasak. Meski pun sekedar telur dadar.   Jadi ingat kebiasaan di Bogor. Seorang teman masa kuliah membuka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritalebah.wordpress.com&amp;blog=1171818&amp;post=9&amp;subd=ceritalebah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span></span><span>Kakak ipar saya pernah bertanya soal intensitas saya memasak. Beliau ingin tahu, apakah saya memasak setiap hari. Saya jawab, iya. Dekat rumah tak ada warung penjual makanan (yang halal). Mengingat-ingat kehidupan selama di Jepang, hampir setiap hari saya memasak. Meski pun sekedar telur dadar.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Jadi ingat kebiasaan di Bogor. Seorang teman masa kuliah membuka warung makanan dekat kampus. Dengan dalih silaturahmi, saya berkunjung ke tempatnya hampir setiap minggu. Niat yang lebih kental dari kunjungan itu sebetulnya adalah membeli makanan di warungnya. Banyak ragam makanan yang bisa dibeli dengan harga mahasiswa. Lumayan juga. Karena anggota keluarga kami sedikit, memasak dan membeli jadi tidak terlalu jauh perbedaannya dari sisi ekonomi. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Tinggal di Jepang, membeli makanan menjadi sebuah kemewahan. Ada 2 warung udon yang beberapa menunya bisa dimakan. Karena lokasinya jauh, sejak lama makan di kedua warung itu hanya jadi mimpi yang belum tercapai. Satu penjual makanan yang kemudian menjadi favorit adalah<a href="http://www.nabisan.com" title="situs nabisan" target="_blank"> Nabisan</a>, orang Mesir beristrikan orang Jepang </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span id="more-9"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Menu yang ditawarkan beragam. Dari kebab hingga muffin. Menu favorit saya: nasi ayam dan muffin. Untuk lidah saya, masakan Nabisan enak. Yang paling penting: halal. Paduan rasa dan kehalalan itu yang membuatnya menjadi pilihan. Muffin buatan Nabisan, besar dan manis. Chocolate chipsnya, terasa sampai gigitan terakhir. Blueberry-nya meninggalkan rasa khas di lidah. Manisnya… hmmm… kadang sampai terasa <em>giyung</em> (bahasa sunda, kurang lebih artinya terlalu manis). Beruntung harganya kurang sesuai dengan kantong. Kalau tidak, bisa-bisa setiap hari saya makan muffin Nabisan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Setiap hari? Tidak juga. Nabisan tidak membuka warungnya setiap hari. Hanya hari kerja. Lokasinya di kyudai, kampus Hakozaki. Sekedar tambahan informasi, kyushuu daigaku (kyudai) memiliki beberapa kampus di lokasi berbeda. Dua yang terbesar: Hakozaki dan Itoh.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kabarnya, pembeli di warung Nabisan bukan hanya muslim. Banyak juga mahasiswa Jepang yang terlihat dalam antrian panjang setiap harinya. Jadi keinginan makan, juga harus diiringi kesabaran saat mengantri.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Kabarnya lagi, membuat usaha makanan di Jepang bukan hal yang mudah. Bukan cuma menu, yang lebih penting adalah kebersihan. Teman saya pernah memberi informasi, seorang pembeli yang menemukan rambut dalam makanan yang dijual, dapat menuntut ganti rugi hingga penutupan usaha makanan itu. Mungkin karena sulit, maka usaha makanan halal menjadi jarang dijumpai.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Nabisan, terima kasih banyak. Usaha anda sudah membantu seorang ibu yang sering kali kehabisan ide untuk memasak. Memberikan pilihan makanan yang enak dan halal.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ceritalebah.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ceritalebah.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritalebah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritalebah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritalebah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritalebah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ceritalebah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ceritalebah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ceritalebah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ceritalebah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritalebah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritalebah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritalebah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritalebah.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritalebah.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritalebah.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritalebah.wordpress.com&amp;blog=1171818&amp;post=9&amp;subd=ceritalebah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritalebah.wordpress.com/2007/08/04/nabisan-terima-kasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2f69dd5d1afc8ba6e71def1303b5f37?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ceritalebah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Loyang Segi Empat</title>
		<link>http://ceritalebah.wordpress.com/2007/08/04/loyang-segi-empat/</link>
		<comments>http://ceritalebah.wordpress.com/2007/08/04/loyang-segi-empat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Aug 2007 21:00:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummu hafiz</dc:creator>
				<category><![CDATA[keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritalebah.wordpress.com/2007/08/04/loyang-segi-empat/</guid>
		<description><![CDATA[Setiap bulan ada pengajian muslimah di lingkungan tempat tinggal saya. Petugas masaknya bergiliran. Suatu kali, saya mendapat tugas membuat kudapan. Saya jarang mendapat tugas memasak seperti ini. Sebelumnya, saya pernah diamanahi untuk membuat pudding dan bakwan jagung. Keduanya menu yang relatif mudah. Peralatan memasak yang digunakan juga sedikit. Beda dengan tugas kali ini.   Berdasarkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritalebah.wordpress.com&amp;blog=1171818&amp;post=8&amp;subd=ceritalebah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span></span><span>Setiap bulan ada pengajian muslimah di lingkungan tempat tinggal saya. Petugas masaknya bergiliran. Suatu kali, saya mendapat tugas membuat kudapan. Saya jarang mendapat tugas memasak seperti ini. Sebelumnya, saya pernah diamanahi untuk membuat pudding dan bakwan jagung. Keduanya menu yang relatif mudah. Peralatan memasak yang digunakan juga sedikit. Beda dengan tugas kali ini.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Berdasarkan pengalaman, pembuat kudapan bertugas memasak tiga jenis makanan kecil. Karena jumlahnya banyak (25 hingga 30 buah setiap jenis), saya berniat membuat kue yang mudah dan dapat dimasak malam harinya. Saya tak terlalu pandai membuat kue. Ini juga menjadi pertimbangan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span id="more-8"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Pilihan jatuh ke brownies kukus. Ini termasuk kue populer. Beberapa kali pengajian menyajikan kue ini. Saya berpikir kalau ini pilihan bagus mengingat kemampuan dan jam terbang saya membuat kue. Tak akan ada yang boleh protes kalau kuenya tidak mengembang. Ini brownies, bukan sponge cake. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Berhubung peralatan memasak belum lengkap, saya masih perlu untuk membeli loyang. Sebelum pergi ke toko, saya mengukur dulu diameter panci kukus di dapur. Hasilnya, diameter panci milik kami adalah 26 cm. Sampai di toko, ada banyak pilihan loyang berbagai bentuk dan ukuran. Saya tertarik membeli loyang bujur sangkar karena –sejak menikah&#8211; belum pernah memiliki. Di Indonesia saya sudah memiliki loyang bundar, entah berapa ukuran diameternya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Loyang</span><span> bujur sangkar di toko itu hanya satu, ukuran 18 cm. Kelihatannya cocok untuk membuat brownies. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>“Itu masuk tidak ke dalam panci yang kita punya?” kata suami.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>“Lihat sisi miringnya, bukan sisi lurus yang sama panjangnya itu,” katanya lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Wah, benar. Yang menjadi perhatian untuk penggunaan loyang bujur sangkar adalah sisi miringnya. Bagaimana cara menghitungnya? </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Penjelasan orang yang perrnah mengajar kalkulus untuk mahasiswa S1 itu membingungkan saya. Penjelasan beliau sederhana, otak saya yang terlalu lambat mencerna persamaan matematika yang tidak ditulis. Jawabannya –dalam pemahaman saya yang bisa jadi salah&#8211; , panjang sisi akar dua.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Baik, berarti delapan belas akar dua. Menghitung menggunakan otak yang lambat, saya belum juga bisa mengeluarkan jawaban pasti. Akhirnya menggunakan <em>kiramologi</em>, sepertinya cukup untuk panci kukus di rumah. Dan dibawalah loyang bujur sangkar itu ke kasir.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Menurut anda, apakah loyang bujur sangkar yang saya beli itu dapat digunakan dengan panci kukus yang ada di rumah?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ceritalebah.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ceritalebah.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritalebah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritalebah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritalebah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritalebah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ceritalebah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ceritalebah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ceritalebah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ceritalebah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritalebah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritalebah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritalebah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritalebah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritalebah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritalebah.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritalebah.wordpress.com&amp;blog=1171818&amp;post=8&amp;subd=ceritalebah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritalebah.wordpress.com/2007/08/04/loyang-segi-empat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2f69dd5d1afc8ba6e71def1303b5f37?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ceritalebah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Maizuru Koen</title>
		<link>http://ceritalebah.wordpress.com/2007/06/16/maizuru-koen/</link>
		<comments>http://ceritalebah.wordpress.com/2007/06/16/maizuru-koen/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jun 2007 18:11:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummu hafiz</dc:creator>
				<category><![CDATA[fukuoka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritalebah.wordpress.com/2007/06/16/maizuru-koen/</guid>
		<description><![CDATA[Tempat favorit untuk hanami di Fukuoka. Posisinya dekat dengan Ohori koen. Banyak yang berpendapat kalau keduanya adalah sama. Tapi untuk hanami, sakura di Maizuru lebih bagus.   Pergi ke Maizuru dari wilayah timur Fukuoka, biasanya dengan menggunakan bis ke arah Nishikoen. Lewat tol mungkin sekitar 15 menit perjalanan. Turun di halte bis terdekat (Otemon 3 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritalebah.wordpress.com&amp;blog=1171818&amp;post=7&amp;subd=ceritalebah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span>Tempat favorit untuk <a href="http://www.japan-guide.com/e/e2013.html" title="cherry blossom viewing" target="_blank">hanami</a> di Fukuoka. Posisinya dekat dengan <a href="http://www.japan-guide.com/e/e4805.html" title="ohori koen" target="_blank">Ohori koen</a>. Banyak yang berpendapat kalau keduanya adalah sama. Tapi untuk hanami, sakura di Maizuru lebih bagus. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-7"></span><span>Pergi ke Maizuru dari wilayah timur Fukuoka, biasanya dengan menggunakan bis ke arah Nishikoen. Lewat tol mungkin sekitar 15 menit perjalanan. Turun di halte bis terdekat (Otemon 3 Chome), masih harus berjalan sekitar 500 m untuk sampai di taman. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Sebelum masuk, pengunjung disuguhi pemandangan indah di danau. Bunga sakura yang mekar di awal April membuat suasana jadi romantis. Kalau ingin menikmati lebih lama, tersedia kursi di trotoar pinggir danau untuk bercengkrama. Lokasi ini juga menjadi tempat favorit untuk memotret sakura yang berjejer di tepi danau. Bila datang saat sakura gugur, danau akan dipenuhi dengan kelopak-kelopak sakura.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Masuk ke dalam taman dengan mendaki sedikit. Masuk dari belakang Ohorikoen dengan melewati tangga dari batu yang disusun rapi. Ada beberapa lokal tumbuhan di Maizuru. Selain sakura, ada pula <a href="http://www.japan-guide.com/e/e2013.html" title="ume" target="_blank">ume</a> yang biasanya mekar di awal Maret. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Berhati-hati bila membawa anak kecil. Lokasi taman bertingkat-tingkat, dengan pohon sakura yang banyak dijumpai di tingkat paling atas. Satu sisi posisi ini bagus untuk melihat pemandangan di bawah. Tapi karena pagar pembatas yang hanya terbuat dari pipa logam, membuatnya mudah untuk dilewati siapa saja, termasuk balita.<span>   </span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ceritalebah.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ceritalebah.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritalebah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritalebah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritalebah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritalebah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ceritalebah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ceritalebah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ceritalebah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ceritalebah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritalebah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritalebah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritalebah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritalebah.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritalebah.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritalebah.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritalebah.wordpress.com&amp;blog=1171818&amp;post=7&amp;subd=ceritalebah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritalebah.wordpress.com/2007/06/16/maizuru-koen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2f69dd5d1afc8ba6e71def1303b5f37?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ceritalebah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Satu Orang Satu Pak</title>
		<link>http://ceritalebah.wordpress.com/2007/06/09/satu-orang-satu-pak/</link>
		<comments>http://ceritalebah.wordpress.com/2007/06/09/satu-orang-satu-pak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jun 2007 06:53:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummu hafiz</dc:creator>
				<category><![CDATA[fukuoka]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritalebah.wordpress.com/2007/06/09/satu-orang-satu-pak/</guid>
		<description><![CDATA[Warga di wilayah timur Fukuoka mendapat kesempatan istimewa berbelanja telur di akhir pekan. Dua supermarket memilih Sabtu dan Ahad sebagai hari untuk menjual telur murah. Haloday, menjual telur yang di hari biasa seharga 198 yen menjadi 100 yen di hari Sabtu. Sementara Marukyo, menjual telur seharga 178 yen di hari biasa menjadi 98 yen di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritalebah.wordpress.com&amp;blog=1171818&amp;post=6&amp;subd=ceritalebah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span>Warga di wilayah timur Fukuoka mendapat kesempatan istimewa berbelanja telur di akhir pekan. Dua supermarket memilih Sabtu dan Ahad sebagai hari untuk menjual telur murah. Haloday, menjual telur yang di hari biasa seharga 198 yen menjadi 100 yen di hari Sabtu. Sementara <a href="http://www.marukyo-web.co.jp/" title="marukyo official homepage" target="_blank">Marukyo</a>, menjual telur seharga 178 yen di hari biasa menjadi 98 yen di hari Ahad. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-6"></span><span>Bersamaan dengan telur biasanya ada produk lain yang didiskon. Hanya saja, produknya bisa berbeda-beda setiap pekan. Pekan ini mungkin minyak, bisa jadi pekan depan giliran tepung yang didiskon. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Untuk menghindari pembelian dalam jumlah besar sekaligus, ada pemberitahuan bahwa seorang pembeli hanya boleh membeli satu pak saja. Biasanya aturan ini disiasati dengan beragam cara supaya bisa membeli beberapa pak. Ada yang sesudah membayar di kasir, masuk kembali untuk membeli satu pak lagi. Ada yang memboyong anggota keluarga yang lain untuk membeli beberapa pak sesuai jumlah anggota keluarga. Saya, biasanya memilih cara pertama untuk bisa membawa 2 pak telur isi 10 butir ke rumah. Ini bukan pelanggaran, kan?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><br />
</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ceritalebah.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ceritalebah.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritalebah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritalebah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritalebah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritalebah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ceritalebah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ceritalebah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ceritalebah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ceritalebah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritalebah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritalebah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritalebah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritalebah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritalebah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritalebah.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritalebah.wordpress.com&amp;blog=1171818&amp;post=6&amp;subd=ceritalebah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritalebah.wordpress.com/2007/06/09/satu-orang-satu-pak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2f69dd5d1afc8ba6e71def1303b5f37?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ceritalebah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Picky Eater</title>
		<link>http://ceritalebah.wordpress.com/2007/06/07/picky-eater/</link>
		<comments>http://ceritalebah.wordpress.com/2007/06/07/picky-eater/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jun 2007 06:23:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummu hafiz</dc:creator>
				<category><![CDATA[fukuoka]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritalebah.wordpress.com/2007/06/07/picky-eater/</guid>
		<description><![CDATA[Senin lalu, ada yang menawarkan produk susu ke rumah. Saya yang tak bisa berbahasa Jepang, hanya menerima contoh produk yang ditawarkan dengan senyum. Penjualnya kemudian menjelaskan panjang lebar soal keunggulan produk – dalam bahasa Jepang tentu saja. Tak ada sedikit pun kata yang saya mengerti. Saat sang penjual menjelaskan, saya lebih tertarik membaca komposisi penyusun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritalebah.wordpress.com&amp;blog=1171818&amp;post=5&amp;subd=ceritalebah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span>Senin lalu, ada yang menawarkan <a href="http://www.dairy-milk.co.jp/goods/index.html" title="glico milk" target="_blank">produk susu</a> ke rumah. Saya yang tak bisa berbahasa Jepang, hanya menerima contoh produk yang ditawarkan dengan senyum. Penjualnya kemudian menjelaskan panjang lebar soal keunggulan produk – dalam bahasa Jepang tentu saja. Tak ada sedikit pun kata yang saya mengerti.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Saat sang penjual menjelaskan, saya lebih tertarik membaca komposisi penyusun bahan makanannya. Saya agak jarang membaca deretan kanji bagian bahan-bahan penyusun ini. Biasanya membeli produk yang sudah biasa dibeli. Yang sering meneliti satu per satu bahan penyusun adalah suami.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-5"></span><span>Tak banyak kanji yang saya hafal. Saat membaca komposisi itu, pandangan saya langsung tertuju ke tulisan katakana yang kurang lebih dibaca: Ge-ra-tin (<a href="http://www.beritaiptek.com/zberita-beritaiptek-2007-06-11-Memahami-Gelatin.shtml" title="memahami gelatin" target="_blank">gelatin</a>). Sebagai <a href="http://junjungbuih.multiply.com/journal/item/10" title="daftar komposisi " target="_blank">satu bahan yang wajib dihindari</a>, buru-buru saya mengatakan kalau saya tak bisa memakan produk itu. Saya berkata dengan bahasa Jepang yang patah-patah, sambil menunjuk tulisan gelatin, dan berkata: tabenai (tidak bisa dimakan). Saya mengatakan kalau saya tak bisa memakan bahan dari niku (daging).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Untungnya, si penjual paham maksud saya. Ia kemudian mengganti dengan produk lain. Ia menjelaskan tentang kandungan gizi produk itu, termasuk soal kandungan kalsium yang ada di kemasannya. Saya, lagi-lagi membaca komposisi penyusunnya. Baru sekilas, saya langsung terpaku pada satu kata yang biasa dibaca sebagai nyuukazai (emulsifier). Ada dua jenis nyuukazai yang biasa dipakai, bersumber dari bahan hewani atau nabati. Jadi belum tentu produk itu tidak bisa dimakan hanya karena mengandung nyuukazai.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Saya kemudian menunjuk kanji nyuuzakai, dan bertanya apakah itu berasal dari kedelai? Penjualnya kemudian menjelaskan sesuatu yang saya pahami sebagai tidak ada unsur kedelai dalam produk itu. Saya masih penasaran dan menanyakan apakah sumbernya dari bahan hewani atau nabati. Ternyata, sang penjual menjawab kalau ia tidak tahu apakah nyuukazainya dari hewan atau tumbuhan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Karena tidak jelas, saya menolak menerima contoh produk itu. Sang penjual tidak menyerah. Ia kembali mencari produk lain dan menemukan yogurt. Berdasar pengamatan saya, tak ada bahan yang mencurigakan. Kasihan dengan upaya tak kenal lelah si penjual, saya menerima yogurt itu. Penjualnya kemudian menjelaskan soal pengiriman produk ke rumah setiap dua hari seminggu jika saya bersedia membeli rutin. Saya yang tidak tertarik sedari awal, mengatakan kalau harus bertanya pada suami dulu. Saya mengatakannya dalam bahasa Inggris. Penjualnya ternyata kurang paham maksud saya. 1 – 1, saya membatin. Sedari tadi penjelasan panjang lebarnya soal produk yang dijual pun kurang saya pahami.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><br />
</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ceritalebah.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ceritalebah.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritalebah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritalebah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritalebah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritalebah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ceritalebah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ceritalebah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ceritalebah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ceritalebah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritalebah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritalebah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritalebah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritalebah.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritalebah.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritalebah.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritalebah.wordpress.com&amp;blog=1171818&amp;post=5&amp;subd=ceritalebah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritalebah.wordpress.com/2007/06/07/picky-eater/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2f69dd5d1afc8ba6e71def1303b5f37?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ceritalebah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Lebah</title>
		<link>http://ceritalebah.wordpress.com/2007/05/31/mengapa-lebah/</link>
		<comments>http://ceritalebah.wordpress.com/2007/05/31/mengapa-lebah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 May 2007 21:19:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ummu hafiz</dc:creator>
				<category><![CDATA[lebah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ceritalebah.wordpress.com/2007/05/31/mengapa-lebah/</guid>
		<description><![CDATA[Lebah hanya makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih dan tidak merusak atau mematahkan yang dihinggapinya. Lebah akan mendatangi bunga-bunga atau buah-buahan dan tempat lainnya yang mengandung madu atau nectar. Ia menghasilkan madu yang punya banyak manfaat untuk kehidupan manusia. Lebah adalah binatang pekerja keras. Saat muncul pertama kali dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritalebah.wordpress.com&amp;blog=1171818&amp;post=3&amp;subd=ceritalebah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span>Lebah hanya makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih dan tidak merusak atau mematahkan yang dihinggapinya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Lebah akan mendatangi bunga-bunga atau buah-buahan dan tempat lainnya yang mengandung madu atau nectar. Ia menghasilkan madu yang punya banyak manfaat untuk kehidupan manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-3"></span><span>Lebah adalah binatang pekerja keras. Saat muncul pertama kali dari biliknya, lebah pekerja membersihkan bilik sarangnya untuk telur baru. Setelah berumur tiga hari ia memberi makan larva dengan membawa serbuk madu. Hari-harinya penuh semangat berkarya dan beramal.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Lebah juga pekerja cerdas. Ia dianugerahi ilham untuk membuat rumah berbentuk segienam. Sebuah bentuk yang efisien untuk menampung sebanyak mungkin madu. Bentuk lain, seperti lingkaran, akan menghasilkan ruang kosong bila digabungkan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Lebah bukan binatang perusak. Ia tidak mematahkan ranting tempat ia hinggap. Tidak merusak bunga tempat ia mengambil madu. Sebaliknya, ia membantu penyerbukan bunga itu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Lebah hidup dalam koloni besar, bekerja secara kolektif dan masing-masing mempunyai tugas sendiri-sendiri. Saat mendapatkan sumber madu, mereka akan memanggil teman-teman yang lain. Ketika bertemu dengan bahaya, seekor lebah akan mengeluarkan feromon untuk mengundang teman-temannya membantu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Lebah tak melukai kecuali bila diganggu. Ia akan menyerang ketika merasa terganggu atau terancam. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ceritalebah.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ceritalebah.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ceritalebah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ceritalebah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ceritalebah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ceritalebah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ceritalebah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ceritalebah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ceritalebah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ceritalebah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ceritalebah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ceritalebah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ceritalebah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ceritalebah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ceritalebah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ceritalebah.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ceritalebah.wordpress.com&amp;blog=1171818&amp;post=3&amp;subd=ceritalebah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ceritalebah.wordpress.com/2007/05/31/mengapa-lebah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2f69dd5d1afc8ba6e71def1303b5f37?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ceritalebah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
